144.THT
29/09/2004

Rinitis atrofi adalah penyakit infeksi hidung kronik, yang ditandai adanya atrofi progresif pada mukosa dan tulang konka dan pembentukan krusta. Secara klinis, mukosa hidung menghasilkan sekret yang kental dan cepat mengering, sehing-ga terbentuk krusta yang berbau busuk. Penyakit ini lebih sering mengenai wanita terutama pada usia pubertas. Sering ditemukan pada masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah dan di lingkungan yang buruk dan di negara sedang berkembang. Etiologi dan patogenesis rinitis atrofi sampai sekarang belum dapat diterangkan dengan memuaskan. Oleh karena etiologinya belum pasti, maka pengobatannya belum ada yang baku. Pengobatan ditujukan untuk menghilang-kan faktor penyebab dan untuk menghilangkan gejala. Pengobatan dapat diberikan secara konservatif atau jika tidak menolong, dilakukan operasi.
3.
Redaksional dan Petunjuk untuk Penulis
Penulis :
CDK
4.
English Summary
Penulis :
CDK
7.
Kista Duktus Tiroglosus
Penulis :
Hafni
9.
Kanker Nasofaring - Epidemiologi dan Pengobatan Mutakhir
Penulis :
R. Susworo, Dr.
10.
Pola Sensitivitas Kuman Isolat Hasil Usap Tenggorok Penderita Tonsilofaringitis Akut
Penulis :
Retno Gitawati
11.
Pengaruh Kebisingan terhadap Kesehatan Tenaga Kerja
Penulis :
Novi Arifiani
16.
Teh [Camellia sinensis O.K. var. Assamica (Mast.)] sbg Sumber Antioksidan
Penulis :
Sulistyowati Tuminah
17.
Hasil Pemeriksaan Uji Hemaglutinasi pada Penderita Tersangka DBD di Jakarta Th 2001
Penulis :
Enny Muchlastriningsih
18.
Produk Baru
Penulis :
CDK
21.
Kegiatan Ilmiah
Penulis :
CDK