73.Gizi
23/11/2006
.gif)
Dalam pelajaran-pelajaran tentang vitamin selalu diterangkan bahwa unsur-unsur non-kalori ini harus terdapat dalam makanan sehari-hari agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Unsur-unsur ini harus diperoleh dari luar oleh karena tubuh tidak dapat membuatnya sendiri. Kekurangan vitamin akan menimbulkan gangguan fungsi atau perubahan patologis yang dikenal sebagai gejala-gejala defisiensi vitamin.
Disepakati bahwa umumnya vitamin itu berfungsi sebagai bio-katalisator atau ko-enzim yang mempermudah berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia.
Untuk menghindari defisiensi hanya diperlukan unsur-unsur vital tersebut dalam jumlah yang kecil sekali, yaitu dalam orde mikrogram atau milligram.
Oleh National Institute of Health dari Amerika Serikat pada tahun 1941 ditetapkan kesatuan RDA (recommended daily allowance) untuk vitamin dan elemen-elemen pelacak (trace elements) dengan pengertian bahwa bila seseorang memakan unsur-unsur tadi dalam jumlah yang dianjurkan, tidak akan terjadi defisiensi akan vitamin atau elemen tersebut. Pertanyaan yang dewasa ini timbul ialah: apakah tingkat kesehatan tubuh sudah optimal walaupun tidak terdapat gejala-gejala defisiensi??? Untuk menetapkan batas-batas atau patokan-patokan tingkat kesehatan yang optimal memang sulit sekali. Dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai cabang ilmu kesehatan, maka diharapkan dalam tingkat kesehatan optimal ini termasuk juga bebas akan penyakit-penyakit degeneratip yang pada umumnya timbul pada usia lanjut. Dalam kelompok penyakit ini termasuk pula beberapa jenis tumor ganas. Dalam dekade terakhir ini ditemukan radikal-radikal bebas (free radicals) yang dianggap berperan dalam beberapa penyakit degeneratip. Dianggap bahwa produksi radikal bebas yang tak terkendalikan dalam tubuh akan dapat mengoksidasi dan merusak komponen-komponen vital, seperti lapisan lipid dalam membran sel dan makromolekul-makromolekul seperti DNA. Para peneliti kemudian mencari unsur-unsur dalam makanan yang dapat meredam oksidasi berlebihan ini dan ditemukan bahwa vitamin-vitamin dan elemen pelacak, yang secara kimia bersifat sebagai anti-oksidan, seperti vitamin C, Beta-karoten, vitamin E dan Selenium dapat berperan sebagai pemulung (scavenger) radikal bebas atau dapat menghentikan proses-proses oksidatip yang menjadi reaksi berantai.
Dalam Cermin Dunia Kedoktçran nomor ini oleh pakar pakar gizi akan diuraikan pengertian tentang radikal bebas dan penggunaan vitamin sebagai antioksidan.
3.
Redaksional
Penulis :
CDK
4.
English Summary
Penulis :
CDK
5.
Tinjauan Kecukupan Gizi yang Dianjurkan dan Penyakit Degeneratif serta Implikasinya
Penulis :
Darwin Karyadi
6.
Teori Radikal Bebas dalam Gizi dan Kedokteran
Penulis :
Muhilal, dr
9.
Gizi, Proses Penuaan, dan Umur Panjang
Penulis :
M.A. Husaini
11.
Uji Toksisitas dan Aktivitas Biologik Ekstrak Bawang Putih
Penulis :
Oen L.H., dr
12.
Kolesterol dan Hubungannya dengan Penyakit Kardiovaskuler
Penulis :
Susy Tejayadi
14.
Penanggulangan GAKI melalui Iodisasi Air Minum di Thailand
Penulis :
Sumengen Sutomo
16.
Pengaruh JAKIM sebagai Makanan Tambahan Balita terhadap Berat Badan
Penulis :
Rudi Irawan
18.
Indeks Cermin Dunia Kedokteran 1991
Penulis :
CDK