Calcitriol 0,25 mcg
Osteofem tidak boleh diberikan untuk pasien dengan hiperkalsemia atau terbukti mengalami toksisitas vitamin D.
Kolestiramin dapat menurunkan absorpsi Osteofem di usus. Penggunaan bersamaan
dengen fenitoin atau fenobarbital dapat mengurangi kadar endogen 25 (OH) D3 di
dalam plasma karena terjadi hambatan pada enzim 25 - hidrolase pada hepar.
Jadi mungkin diperlukan dosis Osteofem yang lebih tinggi bila obat-obat ini di
berikan bersamaan.
Penggunaan thiazide bersamaan dengan Osteofem telah di laporkan dapat
menyebabkan hiperkalsemia. Ketokonazol mungkin menghambat enzim yang berperan
dalam sintesa dan katabolisme Osteofem.
Efek samping secara umum serupa dengan efek samping akibat asupan vitamin D
yang berlebihan. Tanda-tanda dan gejala keracunan vitamin D berhubungan dengen
hiperkalsemia:
Awal : lemas, sakit kepala, mengantuk, mual, muntah, mulut kering, konstipasi,
nyeri otot, sakit tulang dan metalic taste
Lanjut : poliuria, polidipsi, anorexia, penurunan berat badan, nokturia,
konjuntivitis (klasifikasi), pankreatitis, fotofobia, rinore, pruritus,
hipertermia, libido berkurang, kenaikan BUN, albuminuria, hiperkolesterolemia,
kenaikan SGOT dan SGPT, kalsifikasi ektopik, nefrokalsinosis, hipertensi,
aritmia jantung.
Osteoporosis pasca menopause : Dosis yang di anjurkan 2 kali 0,25 mcg per hari. Kadar kalsium dan kreatinin serum sebaiknya diperiksa pada bulan ke - 1,3 dan 6 dan setelah itu setiap 6 bulan.
Osteodistrofi ginjal : Dosis awal 0,25 mcg sekali sehari. Bila tidak didapatkan hasil yang memuaskan dalam parameter biokimia dan manifestasi klinis penyakit tersebut, dosis dapat dinaikan 0,25 mcg per hari dengan interval 4 - 8 minggu. Selama masa titrasi dosis, kadar kalsium serum sebaiknya diperiksa paling sedikit 2 kali seminggu dan bila terjadi hiperkalsemia obat harus segera dihentikan hingga tercapai keadaan normokalsemia. Pasien dengan hemodialisis pada umumnya memberikan respon pada dosis 0,5 - 1,0 mcg per hari.
Hipoparatiroid dan riketsia : Dosis awal 0,25 mcg sekali sehari pada pagi hari. Bila tidak didapatkan hasil yang memuaskan dalam parameter biokimia dan manifestasi klinis penyakit tersebut, dosis dapat dinaikkan 0,25 mcg per hari dengan interval 2 - 4 minggu. Selama masa titrasi dosis, kadar kalsium serum sebaiknya diperiksa paling sedikit 2 kali seminggu dan bila terjadi hiperkalsemia obat harus segera di hentikan hingga tercapai keadaan normokalsemia. Kebanyakan pasien dewasa dan anak-anak usia >6 tahun memberikan respon pada dosis 0,5 - 2,0 mcg per hari. Anak - anak usia 1 - 5 tahun dengan hipoparatiroid biasanya diberikan 0,25 - 0,75 mcg per hari.
Dus berisi 1 botol @ 30 kapsul lunak.
Reg. No. DKL 0411636902 A 1
|